Sejarah tsunami di pangandaran??





Sejarah tsunami di pangandaran??





Senin (17/7/2006) pukul 15.16 lima tahun lalu, ombak besar tinggi
menggulung menghantam 57 km garis pantai Ciamis Selatan usai gempa 6,8
SR menguncang. Berbagai kampung sisi pantai di enam kecamatan di sisi
laut kidul Ciamis tersebut porak poranda disapu tsunami.
432 warga meninggal dan 32 orang lain dinyatakan hilang, Ribuan rumah
warga rusak, puluh ribu jiwa penduduk terpaksa tinggal dipengungsian
sampai berbulan-bulan.
Pantai Pangandaran merupakan daerah yang paling parah dihantam
tsunami yang datang tanpa peringatan tersebut. Korban jiwa paling banyak
di ditemukan di kawasan wisata favorit di Jawa Barat tersebut.
Tak hanya rumah, sejumlah hotel, restoran porak poranda bahkan
ratusan perahu nelayan hancur. Termasuk ratusan kios PKL yang waktu itu
disebut “tenda biru” disabu amuk tsunami. Bencana dahsyat itu kemudian
popular disebut dengan tsunami Pangandaran.
Waktu itu, sehari sebelumnya, Sabtu (16/7/2006) di Pangandaran baru
saja usai pelaksanaan Festival Layang-Layang Internasional atau
Pangandaran Kite Festival.
Pengunjung mulai sepi, tetapi sejumlah peserta PKF 2006 waktu itu
masih ada yang tinggal di Pangandaran. Diantaranya peserta dari
Malaysia. Mereka kemudian malah ikut jadi korban tsunami.
Minggu (17/7/2011) – lima tahun kemudian, merupakan hari terakhir
pelaksanaan Pangandaran Kite Festival (PKF) 2011. Puluhan ribu orang
tumpah ruah di Pantai Barat Pangandaran, bersuka ria, berekreasi melepas
hari terakhir liburan sekolah menjelang tahun ajaran baru 2011/2012.
Dari tumpah ruah pengunjung di Pantai Barat Pangandaran dan dari
layang-layang yang terbang di cakrawala pantai timur sepertinya tsunami
dahsyat yang pernah melanda Pangandaran lima tahun lalu sudah seperti
terlupakan.
“Oh iya ya, hari ini lima tahun terjadinya tsunami yang melanda
Pangandaran,” ujar Jeje Wiradinata tokoh masyarakat Pangandaran kepada
Tribun Minggu (17/7/2011).
Seharusnya menurut Jeje, perlu dilakukan acara doa bersama
memperingati 5 tahun tsunami Pangandaran. “Lupa, kami benar-benar lupa,”
ujar Jeje.
Hal senada juga diungkapkan oleh H Adang Hadari, Ketua PHRI Ciamis
yang juga pemilik Hotel Sandaan –salah satu hotel di Pantai Barat
Pangandaran yang luput dari amuk tsunami.
Menurut Adang kepada Tribun Minggu (17/7/2011) kejadian tsunami lima
tahun lalu, nyaris terlupakan oleh berbagai kalangan mungkin karena
kondisi Pangandaran saat ini sudah benar-benar pulih seperti sebelum
kejadian lima tahun lalu.
“Semuanya sudah pulih kembali, sejak tiga tahun lalu Suasana pulih
pasca tsunami tersebut sudah dirasakan, Pengunjung sudah pulih,
infrastruktur sudah pulih diperbaiki. Hotel-hotel yang rusak sudah
dibangun kembali, kecuali Hotel Pananjungsari milik Pemkab Ciamis yang
masih dibiarkan rusak. Bahkan sekarang ada 6 hotel baru yang dibangun
pasca tsunami. Karena sudah pulih, kejadian itu seperti terlupakan,”
ujar H Adang.
Padahal kata H Adang, setahun terjadinya tsunami pada tanggal 17/7/2007 diperingati dengan mengadakan doa bersama dan tausiyah.
Tugiran (40) penduduk Blok Pondok Lombok Rt 01 RW 09 Desa Sidomulyo
Pangandaran sehari-hari berkerja sebagai penyadap nira kelapa (penderes)
dari 35 pohon kelapa yang tumbuh di sisi Pantai Barat Pangandaran,
ternyata juga lupa dengan ombak tsunami yang nyaris membunuhnya lima
tahun lalu.
“Oh iya ya, dulu tsunami juga terjadi waktu ada festival
lay-ang-layang,” ujar Tugiran kepada Tribun pagi disela-sela ia menyadap
puluhan pohon kelapa yang tumbuh di harim laut seberang Hotel Sandaan
Pantai Barat Pangandaran Minggu (17/7/2011) pagi.
Meski tsunami Pangandaran sudah lima tahun berlalu, Ketua Balawista
Pangandaran Dodo Turyana mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Dan berharap pemerintah memasang alat deteksi dini tsunami di
Pangandaran sebagai alat pertama yang dapat memberikan info awal lebih
dini kemungkinan terjadinya tsunami. Mengingat early warni system MITA
yang pernah dipasang atas kreasi Watimpres tahun 2007 lalu, sudah tidak
berfungsi karena rusak.




Kemudian Saya Sangat Menyarankan Anda Untuk Membaca Pertanyaan Selanjutnya Beserta Jawaban, Penjelasan, Dan Pembahasan Lengkapnya Guna Menambah Ilmu Pengetahuan Anda =   P=18-3Q, berapakah penerimaan total maksimumnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.